TUBERKULOSIS | Blog

03 April

TUBERKULOSIS

Tuberkulosis atau TB adalah penyakit menular dan bukan penyakit keturunan. Penyebab TB adalah kuman atau bakteri “Mycobacterium Tuberculosis” yang masuk melalui saluran pernafasan.

TB menular melalui melalui percikan dahak yang mengandung kuman TB yang keluar ke udara melalui batuk, bersin atau bahkan sekedar bicara dan lalu kuman TB masuk melalui saluran pernafasan bersamaan dengan udara yang kita hirup. Karena itu bila ada penderita TB yang tidak diobati maka akan menularkan pada 10 – 15 orang disekitarnya.

 

Gejala utama TB adalah batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih. Gejala lain TB adalah dahak bercampur darah, batuk darah, sesak napas, badan lemas, dada terasa nyeri, demam meriang lebih dari sebulan, nafsu makan berkurang, berat badan menurun, berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik.

Jadi bila ada yang merasakan gejala diatas segeralah memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.

 

Untuk mengetahui apakah seseorang terkena TB, maka harus dilakukan pemeriksaan oleh dokter dan lalu dilakukan pemeriksaan laboratorium berupa pemeriksaan dahak (yang utama) sementara ronsen paru bukan menjadi alat diagnosis utama pada TB.

  

Bagaimana Pengobatan TB?

Setelah dinyatakan TB, pasien diberi obat yang harus diminum secara teratur sampai tuntas selama 6-8 bulan. Pengobatan berupa obat kombinasi lebih dari 1 macam obat karena kuman TB berbeda dari kuman biasa. Walaupun sebelum 6 bulan badan terasa lebih enak, namun pengobatannya tetap harus lebih dari 6 bulan, karena sebelum 6 bulan, kuman hanya pingsan saja, belum sepenuhnya mati. Obat TB dapat diperoleh secara gratis di fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah seperti di Puskesmas, BBKPM atau RSU.

Bagaimana bila pengobatannya tidak tuntas 6 bulan?

Penderita TB yang berobat tidak tuntas, maka kuman TB nya dapat menjadi kebal dan penyakit lebih berat serta pengobatan lebih sulit, lebih lama dan lebih mahal. Penderita TB yang kebal obat bisa menjadi MDR TB atau kebal obat ganda (kebal terhadap Rifampisin dan INH)

 

Pencegahan TB :

Untuk mencegah penularan kepada orang sehat, seorang pasien TB hendaknya :
• Menelan obat anti TB (OAT) secara lengkap dan teratur sampai sembuh.
• Menutup mulut pada waktu batuk dan bersih
• Cuci tangan dengan sabun setelah tangan digunakan untuk menutup hidung/mulut 

   pada waktu batuk dan bersin.

·   Tidak meludah di sembarang tempat, tetapi meludah di tempat tertentu seperti lakeng tertutup yang sudah diisi dengan sabun, karbol atau lisol. Buanglah dahak tersebut ke lubang WC atau timbun ke dalam tanah di tempat yang jauh dari keramaian.

Untuk lingkungan :
• Ventilasi yang cukup, sehingga udara segar dan sinar matahari masuk ke dalam rumah. Karena kuman TB mudah mati bila terkena sinar matahari.
• Mengusahakan sinar matahari masuk ke ruang tidur. Menjemur alat-alat tidur sesering mungkin, karena kuman TB mati oleh sinar matahari.


Bagi orang di sekitar pasien TB
 atau masyarakat :

·      Menjaga daya tahan tubuh

·      Dengan makan makanan yang bergizi

·      Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

·      Tidak Merokok

  

Diharapkan masyarakat dapat turut terlibat dalam penanggulangan TBsehingga TB dapat ditemukan sedini mungkin, diobati sedini mungkin sampai tuntas sehingga dapat memutus rantai penularan TB.

 

Ingatlah selalu slogan TOSS. Yaitu Temukan Tuberkulosis Obati Sampai  Sembuh (TOSS). Karena dengan mengobati penderita sampai sembuh maka dapat memutus rantai penularan TB.

                                          

Posted by Administrator Posted on April 3, 2017