Mensana Incorpore Sano | Blog

01 April

Mensana Incorpore Sano

Mensana Incorpore Sano

 

Mensana Incorpore Sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Istilah ini sering dipakai di dunia kesehatan atau olahraga. Istilah ini memberikan pengertian bahwa kesehatan jiwa dan fisik saling berhubungan. Tubuh perlu dalam keadaan sehat agar jiwa juga sehat dan begitu juga sebaliknya. Jiwa perlu dalam keadaan yang sehat agar tubuh juga dalam keadaan yang sehat. Jika salah satunya sakit maka yang lain pun ikut sakit. Bahkan Direktur Jendral WHO yang pertama, Dr Brock Chisholm, mengatakan “Tanpa kesehatan jiwa tidak ada kesehatan fisik.”

Banyak kasus di bidang kesehatan yang berhubungan dengan kondisi kejiwaan seseorang. Contohnya penyakit maag yang disebabkan oleh asam lambung naik yang berasal dari stres karena tertekan oleh pekerjaan. Hipotensi disebabkan oleh insomnia karena begadang mengerjakan laporan. Sakit kepala, migraine karena memikirkna banyak hal yang tidak penting. Tekanan darah tinggi karena emosi yang sering meledak. Kesehatan jiwa yang tidak kita jaga akan berdampak buruk pada kesehatan fisik. Lantas apa saja ciri – ciri orang yang berjiwa sehat?

Berikut beberapa hal yang mewakili jiwa yang sehat:

1.   Seseorang yang memiliki perasaan sehat, bahagia dan merasa nyaman terhadap dirinya. Dengan demikian, ia mampu mengatasi amarah, iri hati, rasa cemas, rendah diri, takut, kecewa, dan mampu menilai diri sendiri dengansepatutnya.

2.   Seseorang dapat menerima orang lain apa adanya, mempunyai sikap positif terhadap diri dan orang lain serta merasa nyaman berhubungan dengan orang lain, sehingga mampu menerima dan mencintai, serta menggunakan akalnya denganbaik.

3.   Sehat jiwa juga dapat dilihat dari kemampuan menyadari kompetensi yang dimiliki, mampu menghadapi tantangan, menerima tanggung jawab, mengambil keputusan, mempunyai tujuan hidup nyata, dan merancang masa depannya.

Ketika kita tidak mencakup beberapa poin di atas, ada kemungkian ia mengalami gangguan kejiwaan. Gangguan jiwa adalah sekumpulan gejala atau pola perilaku yang memengaruhi dan menyebabkan penurunan kondisi psikologis seseorang. Oleh karena itu, kesehatan jiwa dan kesehatan fisik adalah dua hal yang harus dijaga keseimbangannya.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar keduanya dapat berjalan seimbang:

1.                 Istirahat yangcukup

Beristirahat yang cukup bukan hanya tentang mengistirahatkan tubuh secara fisik, namun juga mengistirahatkan pikiran sehingga mampu berpikir jernih saat melakukan pekerjaan. Berdasarkan penelitian di salah satu universitas di Wales, Inggris, tidak ada perbedaan pada fungsi detak jantung atau otot tubuh saat mental atau pikiran kita yang lelah. Pola pandang kita terhadap apa yang akan kita kerjakan justru sangat mempengaruhi bagaimana kita mengerjakan hal tersebut. Jika di awal kita sudah berpikir bahwa pekerjaan tersebut melelahkan maka kita akan mudah kelelahan saat melakukan pekerjaan itu. Namun dengan


 

pikiran yang jernih dan jiwa yang tenang, akan membantu kita melakukan pekerjaan yang berat sekalipun denganbaik.

2.                 Menjaga aktivitasfisik

Sebuah penelitian di Amerika Serikat mengungkap hubungan olahraga dengan kondisi kesehatan mental. Mereka yang berolahraga beberapa kali seminggu memiliki kesehatan mental yang lebih baik daripada mereka yang tidak berolahraga. Sementara olahraga tim atau yang melibatkan kelompok sosial memiliki efek paling positif bagi kondisi jiwa. Penelitian itu juga menemukan bahwa berolahraga terlalu banyak juga tidak selalu lebih baik bagi kondisi psikologis. Hal itu karena mereka yang berolahraga setiap hari dilaporkan mempunyai tingkat kesehatan mental yang lebih rendah. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Psychiatry menyatakan berolahraga selama sekitar 45 menit tiga hingga lima kali seminggu, akan memberikan manfaat terbesar. Studi tersebut mencakup semua jenis aktivitas fisik, mulai dari pengasuhan anak, pekerjaan rumah tangga, memotong rumput, dan memancing hingga bersepeda, pergi ke gym, berlari, dan bermainski.

3.                 Kelola emosi

Berdasarkan penelitian, sesesorang yang sering berada dalam keadaan emosi marah akan lebih mudah terkena serangan jantung. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Yale, Amerika Serikat, ini menyatakan bahwa bukan masalah peningkatan detak jantung saat seseorang marah yang menjadi pemicu serangan jantung. Akan tetapi hormon yang dilepaskan tubuh saat seseorang sedang marah itu yang bisa mempengaruhi kerja jantung. Dengan menjaga kemampuan diri untuk berhadapan dengan emosi negatif bisa membantu menjaga kesehatan jantung Anda.

4.                 Menjaga polamakan

Pola makan yang baik tidak hanya baik untuk kesehatan fisik, namun juga baik untuk membantu menjaga suasana hati Anda. Makan makanan yang bergizi membantu Anda untuk menjaga kesehatan. Berdasarkan penelitian, beberapa makanan yang sehat sekaligus bisa meningkatkan suasana hati Anda menjadi lebih baik diantaranya, ikan segar yang kaya omega 3 seperti salmon dan tuna, kacang kacangan seperti jenis almond dan kacang lainnya, buah alpukat, sayuran berdaun hijau dan yang paling mudah adalah buah segar favorit Anda.

5.                 Meningkatkanspiritualitas

Hal ini berkaitan dengan agama yang terefleksi dalam ide, nilai, etika serta motivasi seseorang dalam mencapai tujuan hidupnya. Spiritualitas sendiri adalah upaya manusia dalam menemukan harapan, arti, dan ketenangan dalam diri. Meningkatkan spiritualiatas dapat dilakukan dengan selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, bermeditasi atau melakukan kegiatansosial.

 

Sudahkah kita melakukan hal tersebut? Sudahkah kita menyadari pentingnya keseimbangan kesehatan jiwa dan kesehatan fisik?


 

Sumber tulisan :

Disadur dari https://pijarpsikologi.org/tahukah-anda-kesehatan-mental-dan-kesehatan-fisik-saling-mempengaruhi/html

Posted by Humas Posted on April 1, 2019