KEGANASAN PADA DIABETIC FOOT ULCER | Blog

12 November

KEGANASAN PADA DIABETIC FOOT ULCER

KEGANASAN PADA  DIABETIC FOOT ULCER

dr Sartika Nurwenda

Instalasi Rawat Jalan BBKPM Bandung

 

Diabetic foot ulcer (DFU) atau ulkus pada kaki penderita diabetes, merupakan komplikasi yang terjadi pada penderita diabetes sebanyak 25% . Hal ini disebabkan karena berbagai macam kelainan yang terjadi pada penderita diabetes, seperti penurunan sensasi saraf tepi, deformitas  pada kaki, dan iskemi. DFU meningkatkan resiko infeksi,  amputasi dan kematian, serta waktu rawat inap yang panjang dan biaya mahal.(1)

Pada tahun 1985, O’Mara dkk menemukan bahwa terjadi peningkatan kanker kulit, jenis melanoma dan non melanoma pada wanita dengan diabetes.(2) Kejadian tersebut masih sedikit. Hanya beberapa kasus yang melaporkan terjadinya perubahan keganasan pada kasus DFU. Kong dkk. pada tahun 2005 melaporkan 7 kasus melanoma pada foot ulcer, 5 diantaranya memiliki diabetes. Pada tahun 2008 Kong dkk melaporkan kasus squamous cell carcinoma pada diabetic heel ulcer.(3) Jenis yang sama juga dilaporkan oleh Panda dkk pada tahun 2011,7 dan Mandal dkk. Pada tahun 2013. Sarma dkk pada tahun 2006 melaporkan jenis lain keganasan kulit pada penderita DFU yaitu jenis verucous carcinoma.(4)

            Perubahan keganasan pada DFU sejalan dengan teori Marjolin’s Ulceration, yang diperkenalkan oleh peneliti Prancis pada tahun 1827. Kirsners dkk memperkirakan terdapat 1,7% ulserasi kronis yang berubah menjadi tumor ganas. Namun angka ini pada kenyataannya dapat lebih rendah, dengan memperhitungkan adanya kesalahan diagnosis.(5)Perubahan keganasan pernah dilaporkan pada kasus luka bakar, chronic venous insufficiency ulcers, pressure ulcers, tempat vaksinasi, fistula urinaria, frosbite, gigitan ular, osteomielitis, pilonidal abcess, hydradenitis supurativa, herpes zooster, cangkok kulit,  gigitan anjing, luka pisau, dan luka tembak.(6) Perubahan keganasan pada luka kronis diduga terjadi akibat iritasi kronis pada luka. Vaskularisasi yang buruk, ulserasi dan infeksi berulang diduga merupakan faktor predisposisi.(3)

Diagnosis keganasan pada DFU, seringkali terlambat karena sulit membedakan   karakteristik keganasan pada DFU. Sebuah studi  pada 27 kasus melanoma pada kaki, menyatakan waktu rata-rata yang diperlukan untuk mendiagosis penyakit adalah 13,5 bulan.(2) Namun secara umum, tanda-tanda keganasan pada ulserasi adalah ulserasi yang tidak membaik lebih dari 3 bulan setelah pengobatan yang optimal,  jaringan granulasi yang tumbuh berlebihan diluar margin, ulserasi yang kambuh setelah sembuh, ulserasi yang bertambah besar dan atau disertai sakit dan atau perdarahan setelah terapi,(7) serta kontur permukaan dan tepi ulserasi yang tidak teratur dan bergerigi.(5)

                Mengambil sebagian jaringan (biopsi jaringan) yang dicurigai dilanjutkan dengan pemeriksaan patologi anatomi pada jaringan tersebut, merupakan standar emas (gold standar) diagnosis keganasan kulit. Spesimen harus representatif, dan mengambil lebih dari satu tempat biopsi. Biopsi yang diambil dari luka ulserasi bagian proksimal atau tempat awal luka ulserasi harus mengandung komponen 50% jaringan ulserasi dan 50% jaringan normal disekitarnya. Spesimen kedua diambil dari pusat ulserasi dan mengenai seluruh ketebalan jaringan yang abnormal.(5)   

 

Kesimpulan

Pengenalan tanda-tanda awal keganasan kulit pada DFU, walaupun kasusnya sangat jarang, menjadi sangat penting sehingga tidak terjadi keterlambatan diagnosis dan penanganan selanjutnya. Luka yang tidak sembuh setelah pengobatan yang optimal, atau luka yang telah berubah ukuran, bentuk, kontur, atau nyeri merupakan tanda awal kecurigaan adanya keganasan pada DFU. Biopsi bisa menjadi satu pertimbangan alat diagnosis untuk perencanaan terapi yang tepat.

           

Daftar Pustaka

1.Afsaneh Alavi MB, Janet L. Kuhnke, David Armstrong, Giuseppe Papia, Julia Lowe, Kevin Woo, R. Gary Sibald. Diabetic foot: Disease, complication or syndrome. Diabetic Foot Canada. 2013;1:13-7.

 

2.Zaidi MS, Hassan A, Ouizi S. Can a diabetic foot be malignant? J Pak Med Assoc. 2016;66(11):1487-9.

 

3.Kong MF, Jogia R, Nayyar V, Berrington R, Jackson S. Squamous cell carcinoma in a heel ulcer in a patient with diabetes. Diabetes Care. 2008;31(7):e57.

 

4.D Sarma JW, C Bewtra, L Lee. Verrucous Carcinoma Arising in a Chronic Non-Healing Ulcer Foot of a Diabetic Patient. The Internet Journal of Dermatology. 2006;5:1-4.

 

5.Schnirring-Judge M, Belpedio D. Malignant transformation of a chronic venous stasis ulcer to basal cell carcinoma in a diabetic patient: case study and review of the pathophysiology. J Foot Ankle Surg. 2010;49(1):75-9.

 

6.Sadegh Fazeli M, Lebaschi AH, Hajirostam M, Keramati MR. Marjolin's ulcer: clinical and pathologic features of 83 cases and review of literature. Med J Islam Repub Iran. 2013;27(4):215-24.

 

7.Panda S, Khanna S, Singh SK, Gupta SK. Squamous cell carcinoma developing in a diabetic foot ulcer. Int J Low Extrem Wounds. 2011;10(2):101-3.

Posted by Administrator Posted on November 12, 2020