AKTIFITAS FISIK PADA ANAK SELAMA PANDEMI | Blog

13 April

AKTIFITAS FISIK PADA ANAK SELAMA PANDEMI

AKTIFITAS FISIK PADA ANAK SELAMA PANDEMI

Dyah Widiningsih, S.Ft, Ftr

Instalasi Rehabilitasi Medik BBKPM Bandung

 

Selama pandemi banyak aktifitas fisik yang tidak dapat kita lakukan, termasuk pada anak-anak. Kebijakan pemerintah untuk tetap tinggal di rumah dalam upaya mengurangi penyebaran virus corona termasuk kegiatan belajar dirumah pada anak usia sekolah mempengaruhi aktifitas fisik mereka. Demikian juga anak-anak di usia pra sekolah mengalami hal yang sama, mereka tidak dapat bermain di luar rumah.

Kesehatan dan daya tahan tubuh anak agar anak tetap dapat tumbuh dan berkembang sesuai usianya adalah hal yang harus mendapat perhatian selama masa pandemi ini. Selain melakukan stimulasi kecerdasan dan memberikan nutrisi yang lengkap, faktor lain yang tak kalah penting adalah memastikan kebutuhan aktifitas fisik mereka terpenuhi. Kurangnya aktifitas fisik akan menurunkan imunitas yang akan meningkatkan resiko terhadap covid 19. Aktifitas fisik akan meningkatkan  imunitas melalui peningkatan sirkulasi sel darah putih yang sangat berperan dalam melawan virus corona.

Manfaat aktivitas fisik bagi anak dan remaja selama COVID-19 seperti lebih banyak bergerak dan mengurangi duduk terus menerus sangat penting untuk membantu keluarga menjaga kesehatan fisik dan mental. Aktifitas fisik pada anak dapat diberikan sesuai dengan perkembangan usia motoriknya.

 

Anak Usia di Bawah 5 Tahun

Untuk anak usia dibawah 0-5 tahun WHO telah merekomendasikan pedoman untuk tetap melakukan aktifitas fisik, mengurangi kebiasaan diam di tempat dan memperoleh kualitas tidur yang baik dalam 24 jam. Aktivitas fisik pada usia 0-5 tahun sangat terkait dengan kesehatan tulang dan jantung, pengembangan keterampilan mental dan motorik. Bayi 0-2 tahun bisa tetap diajak bermain sesuai usia tumbuh kembangnya, menggenggam, meraih benda, mencari sumber suara dengan mainan yang berbunyi, berguling, merangkak dll. Paling tidak 30 menit dalam  sehari dengan durasi 1-2 menit tiap sesi atau ketika bayi terbangun.

Balita dan anak prasekolah idealnya menghabiskan setidaknya 180 menit atau 3 jam / hari, dalam bentuk berbagai kegiatan fisik pada intensitas apa pun (misalnya bermain interaktif, menari, merangkak). Untuk anak-anak prasekolah, jika mungkin, ini harus mencakup setidaknya 1 jam aktivitas fisik intensitas sedang hingga kuat ('permainan energik' membuat anak 'terengah-engah', misalnya melompat, memanjat, berlari). Ini adalah target ideal, hal utama adalah untuk mengingat bahwa aktivitas fisik lebih baik daripada tidak sama sekali.

Peran orang tua dan anggota keluarga lain sangat diperlukan  agar balita dan anak pra sekolah tetap melakukan aktifitas fisik selama di rumah, misalnya dengan terlibat dalam permainan mereka.

 

Anak Usia 5-18 Tahun

Karantina di rumah berarti anak usia sekolah yang terbiasa dengan kegiatan sekolah, kegiatan setelah sekolah usai,  perjalanan pergi dan pulang sekolah, olah raga teratur, dan bermain di luar, saat ini harus menemukan cara 'normal baru' karena tidak dapat dilakukan lagi seperti sebelumnya. Belajar daring cenderung membuat anak lebih banyak diam duduk di kursi dan memperhatikan layar monitor.

Anak usia sekolah paling tidak harus melakukan aktifitas fisik selama 60 menit dengan intensitas sedang setiap hari. Pedoman ini didasarkan pada bukti bahwa anak usia sekolah yang lebih aktif memiliki kesehatan yang lebih baik, termasuk kesehatan jantung dan tulang, kebugaran otot dan status berat badan.

Aktifitas yang dapat dilakukan seperti bermain tradisional di dalam ruangan misalnya petak umpet, lompat tali, menari, dan permainan lain seperti bermain virtual sepak bola, volley, bersepeda, skating dengan seolah-olah anak melakukan permainan tersebut seperti diluar rumah, meskipun permainan ini dilakukan di dalam rumah.

Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dan hanya fokus satu jenis permainan dapat membantu fungsi kognitif dan perhatian. Menggabungkan aktivitas fisik dengan pembelajaran memiliki manfaat kognitif  dan menyenangkan,terutama pada anak kecil. Misalnya sambil lompat tali bisa sambil bermain berhitung.

Anak-anak dan remaja perlu melakukan 2 jenis aktivitas fisik setiap minggu: latihan aerobik dan latihan penguatan otot dan tulang..

Aktivitas fisik intensitas sedang akan meningkatkan detak jantung, membuat pernapasan  lebih cepat dan merasa lebih hangat. Contoh aktifitas fisik intensitas sedang seperti berjalan ke sekolah, aktifitas di lapang bermain, skateboard, bersepeda, skipping, menari, sit up, berlari dll. Karena masa pandemi kegiatan tersebut yang biasa dilakukan di rumah bisa dikonversikan dengan kegiatan yang dapat dilakukan di dalam rumah.

Hal yang perlu diperhatian agar aman dalam melakukan aktifita fisik adalah:

·        Tidak berolah raga saat ada demam, batuk dan sulit bernapas

·   Jika berolahraga di luar tetap menjaga jarak soisal dan menjaga kebersihan tangan.

·   Mulailah aktifitas fisik dnegan intensitas yang rendah kemudian ditingkatkan secara bertahap

·         Memilih aktifitas yang menurunkan resiko cedera.

Mengapa Aktifitas Fisik Penting Dilakukan Pada Anak-anak Selama Masa Pandemi?

·         Olahraga meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Penelitian menunjukkan bahwa olahraga teratur dengan intensitas sedang memiliki manfaat meningkatkan kekebalan yang dapat membantu anak-anak dan orang dewasa melawan infeksi, termasuk COVID-19

·         Olahraga dapat mencegah kenaikan berat badan

Selama pandemi, keluarga memiliki lebih sedikit kesempatan untuk berolahraga dan mungkin harus dipaksa untuk mengubah kebiasaan diet mereka. Olahraga dapat membantu anak-anak membakar kalori dan mengimbangi efek dari aktivitas menetap.

·         Olahraga mengurangi stres dan kecemasan

Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga mungkin mengalami stres, kecemasan, dan kesedihan selama masa-masa sulit ini. Olahraga terbukti sebagai penambah suasana hati dan dapat membantu anak-anak mengurangi tingkat stres mereka dan membangun ketahanan emosional.

 

DAFTAR PUSTAKA

[1] Centre for Disease Control and Prevention (June 2020), Keep Children Healthy

[2] The Asian Parent, situs URL https://id.theasianparent.com/aktivitas-fisik-pada-anak (diakses pada tanggal 15 Juni 2020, pukul 09.10)

[3] Simone Tomaz ( 29 April 2020), Physical Activity For Children Under 5 Years During COVID-19: Play Your Way And Keep Moving While At Home, British Journal of Sport medicine

[3] Samantha Fawkner ( 13 April 2020), Physical Activity For Children And Young People Aged 5-18 Years During COVID-19. Stay Safe; Be Active, British Journal of Sport medicine

[4] Physiopedia. Physical Activity and COVID-19. (2020), situs URL https://www.physio-pedia.com/Physical_Activity_and_COVID-19 (diakses pada tanggal 15 Juni 2020, pukul 08.24)

[5] Western Connecticut Health Network (April 22, 2020), Keeping Kids Active During COVID-19 Pandemic: What Parents Can Do, Nuvance Health

[6] NHS. Physical activity guidelines for children and young people. (2019).  https://www.nhs.uk/live-well/exercise/physical-activity-guidelines-children-and-young-people/ (diakses pada tanggal 15 Juni 2020, pukul 08.46)

[7] NHS. Physical activity guidelines for children (under 5 years). (2019) https://www.nhs.uk/live-well/exercise/physical-activity-guidelines-children-under-five-years/ (diakses pada tanggal 15 Juni 2020, pukul 08.46)

[8] UNICEF. Psychosocial Support for Children during COVID-19. https://www.unicef.org/india/reports/psychosocial-support-children-during-covid-19 (diakses pada 7 April 2021, pukul 08.49)

 

 

 

Posted by Humas BBKPM Bandung Posted on April 13, 2021