04 October

TBC KEBAL OBAT: APAKAH ITU ?

TBC KEBAL OBAT: APAKAH ITU ?

dr. Indria Sari Thaher, M.M
Instalasi Rawat Jalan BBKPM Bandung

 

Dari dulu sering kita mendengar dokter menyampaikan pesan kepada pasiennya, “makan obatnya teratur sesuai aturan dan dihabiskan ya meskipun penyakitnya sudah tidak mengganggu lagi, kalau nggak, nanti obat nya bisa ga mempan lagi”. Istilah “ga mempan lagi” inilah yang disebutkan dengan kebal obat. Artinya kuman yang biasanya bisa dibunuh oleh obat antibiotik tertentu, menjadi tidak bisa mati lagi walaupun menggunakan obat yang sama. Hal ini juga bisa terjadi pada penyakit TBC.

TBC merupakan penyakit yang sudah ada sejak berabad abad lalu, sejak ditemukannya kuman Mycobacterium tuberkulosis oleh Ilmuwan dari Jerman yang bernama Robert Koch pada tahun 1882, namun sampai sekarang TBC masih menjadi masalah kesehatan di dunia dan di Indonesia. Indonesia menyumbang kasus TBC ke-3  terbanyak di dunia setelah India dan Cina dengan jumlah kasus 824.000 orang dan angka kematian 93.000 orang.

Mengapa TBC sukar dihilangkan? Karena TBC terutama TBC paru merupakan penyakit yang menular. Penularan terjadi melalui  pernafasan dari droplet penderita yang sakit TBC paru ke orang lain yang ada di sekitarnya. Dalam 1 tahun, 1 orang penderita TBC paru yang tidak segera diobati , bisa menularkan ke 10-15 orang.

 

Apa itu TBC Kebal Obat ?

TBC Resistan Obat (TBC RO) atau TBC Kebal Obat adalah keadaan dimana kuman TBC tersebut  tidak dapat lagi dibunuh dengan obat antituberkulosis (OAT) lini pertama, sehingga harus diobati dengan OAT lini kedua. Penyakit TBC jenis ini terutama menyerang paru paru namun juga bisa menyerang organ di luar paru yang disebut TBC ekstra paru. Dengan mulai banyaknya penderita TBC yang kebal obat, akan menambah beban masalah penanganan TBC.

 

Mengapa Orang Bisa Terkena TBC Kebal Obat /TBC RO ?

Faktor resiko untuk terkena TBC Kebal Obat ada 2, yaitu yang memiliki resiko tinggi dan resiko rendah. Resiko tinggi adalah pada pasien yang sudah pernah mendapat pengobatan TBC sebelumnya (menjalani pengobatan tidak sampai tuntas, maupun tidak sesuai standar), pada orang yang kontak erat (serumah, sering bertemu) dengan penderita TBC Kebal Obat, dan seseorang dengan HIV dan saat pengobatan TBC tidak ada perbaikan.

Faktor resiko rendah adalah pada orang yang belum pernah mendapatkan pengobatan TBC sebelumnya atau pernah mendapatkan pengobatan TBC namun kurang dari 1 bulan. Seseorang yang belum pernah dapat pengobatan bisa terkena TBC Kebal Obat  karena tertular oleh orang lain yang menderita TBC Kebal Obat. Jadi, jenis kuman yang diterima sama dengan jenis kuman yang ditularkan. Faktor resiko lain adalah pada pasien yang memiliki masalah gangguan penyerapan obat.

 

Bagaimana Kita Mengetahui Bahwa Terkena TBC Kebal Obat?

Gejala TBC paru kebal obat sama dengan gejala TBC paru pada umumnya, yaitu: batuk, demam, berat badan turun, hilang nafsu makan, berkeringat malam meskipun tanpa aktifitas, ataupun nyeri dada. Pasien yang sedang pengobatan TBC, namun tidak ada perbaikan baik dari klinis, maupun secara pemeriksaan mikroskopis, juga bisa dicurigai sebagai pasien TBC Kebal Obat.

Pada pasien dengan gejala TBC dan yang belum mengalami perbaikan selama pengobatan TBC ini harus diperiksakan dahaknya dengan pemeriksaan yang dinamakan Tes Cepat Molekuler (TCM). Pemeriksaan TCM ini sudah banyak tersebar di Laboratorium Puskesmas, Rumah Sakit dan Balai Kesehatan Paru diseluruh Indonesia. Dengan pemeriksaan ini, bisa diketahui secara cepat apakah pasien menderita TBC Sensitif Obat atau TBC Kebal Obat.

 

Bagaimana Pengobatan TBC Kebal Obat ?

Apabila berdasarkan hasil TCM diketahui seseorang menderita TBC Kebal Obat, maka dokter di layanan TBC Kebal Obat akan memberikan pengobatan TBC dengan obat lini 2. Pengobatannya memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan TBC Sensitif Obat, yaitu bisa berjalan sampai 24 bulan. Selain memakan waktu yang lama, obat yang diminum juga tidak sedikit, dan dengan efek pengobatan yang juga kurang menyenangkan untuk pasien.

Perlu motivasi yang besar bagi pasien dan dorongan keluarga serta pengawasan yang ketat dari petugas kesehatan agar pengobatan dapat berjalan sampai tuntas, agar tidak menambah kekebalan pada obat dan memutus rantai penularan untuk orang lain. Selain obat TBC Kebal Obat, pasien harus meningkatkan gizi nya dengan memakan makanan dengan gizi seimbang dan minum secara teratur.

 

Apakah TBC Kebal Obat Bisa Dicegah?

Tentu saja bisa, yaitu dengan cara :

·         Meminum obat TBC secara teratur dan tuntas sampai sembuh, terutama bagi pasien yang baru pertama terdiagnosa TBC.

·         Melakukan etika batuk (menutup mulut) ketika batuk dan bersin.

·         Meningkatkan daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup, makan makanan bergizi,  rajin mencuci tangan ,tidak merokok, tidak minum alkohol dan tidak mengkonsumsi narkoba.

·         Mengusahakan ventilasi dan cahaya matahari di rumah selalu baik.

Ayo, kita semua bisa terhindar dari TBC dan TBC Kebal Obat. Temukan penderitanya secepatnya, dan obati sampai sembuh. Jangan malu untuk berobat, dan jangan berstigma negatif pada pasien TBC.

 

Daftar Pustaka

1)    Kementrian Kesehatan (2020),Petunjuk Teknis Penatalaksanaan Tuberkulosis Resistan Obat Di Indonesia

2)    Kementrian Kesehatan (2020), Buku Saku Pasien  Tuberkulosis Resistan Obat

3)    WHO (2020), Global Tuberculosis Report,55-56

4)    CDCDrug-Resistant TB https://www.cdc.gov/tb/topic/drtb/default.htm#:~:text=Sometimes%20drug%2Dresistant%20TB%20occurs,from%20one%20person%20to%20another (diakses pada tanggal 16 September 2022 pukul 09.00)

Sumber Foto: tbindonesia.or.id

Posted by Humas BBKPM Bandung Posted on October 4, 2022