13 September

Bijak Memilih Makanan untuk Balita dan Ibu Hamil

Dian Eka Yuningsih, AMG

Nutrisionis UPF BBKPM Bandung-RS Paru Dr.H.A.Rotinsulu



Pembangunan sumber daya manusia berkualitas merupakan amanat prioritas Pembangunan Nasional. Status gizi yang baik merupakan salah satu faktor penentu untuk keberhasilan pembangunan sumber daya manusia. Balita dan ibu hamil merupakan kelompok yang rawan gizi yang perlu diperhatikan. Masalah gizi Balita di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022 prevalensi balita wasting sebesar sebesar 7,7% dan balita stunting sebesar 21,6%. Data Riskesdas Tahun 2018 menunjukkan prevalensi risiko Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Wanita Usia Subur (WUS) sebesar 14,1%, sedangkan pada Ibu hamil sebesar 17.3%. Selain itu prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 48,9%.

Masalah gizi disebabkan berbagai faktor. Kekurangan asupan makanan bergizi atau rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi, hingga seringnya terinfeksi penyakit menjadi salah satu penyebab langsung terjadinya masalah gizi. Pola asuh yang kurang tepat, kurangnya pengetahuan, sulitnya akses ke pelayanan kesehatan, kondisi sosial ekonomi juga berpengaruh secara tidak langsung terhadap akses makanan bergizi termasuk akses terhadap air bersih dan sanitasi lingkungan.

            1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) merupakan pondasi awal kesehatan saat ini dimulai saat ibu hamil. Kekurangan asupan makanan bergizi pada masa kehamilan menjadi hal yang sangat krusial bagi perkembangan anak. Hal ini sering terjadi dikarenakan kurangnya  pengetahuan calon orang tua/ orang tua terhadap pemilihan bahan–bahan makanan yang bergizi dan tingginya gempuran makanan-makanan jajanan yang tinggi kalori tetapi rendah akan zat gizi.

            Prinsip dasar umum panduan konsumsi makanan sehari-hari mengacu pada Pedoman Gizi Seimbang. Yang berisi  susunan makanan sehari-hari yang megandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan dan berat badan ideal.

 

            Di dalam Pedoman Gizi Seimbang terdapat 10 Pesan Gizi Seimbang. yaitu :

1.Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan

2. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan

3. Biasakan mengkonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi

4. Biasakan mengkonsumsi aneka ragam makanan pokok

5. Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak

6. Biasakan sarapan

7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman

8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan

9. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir

10. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal         

Pada masa bayi, kesehatan sangat ditentukan oleh nutrisi yang diberikan oleh ibu melalui ASI. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi, kemudian dilanjutkan dengan MPASI yang sehat dan bergizi. Perawatan bayi juga perlu diperhatikan, seperti perawatan kulit, sanitasi dan kebersihan, serta vaksinasi untuk melindungi bayi dari penyakit. Sedangkan pada masa balita, pemilihan makanan yang memiliki  nutrisi yang baik perlu diperhatikan, Orang tua perlu tahu mana makanan yang boleh diberikan kepada balitanya, Makanan yang dianjurkan adalah yang bersifat lokal yang mudah didapat dan tinggi akan zat gizi serta mudah cerna sesuai dengan golongan umur balita. Perlu diperhatikan juga kegiatan fisik dan stimulasi yang dapat membantu perkembangan otak dan keterampilan sosial. 

DAFTAR PUSTAKA

Izwardy Doddy.2018.Praktik Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) untuk Perubahan Perilaku Pemenuhan Asupan Gizi Anak Dalam Upaya Pencegahan Stunting

Kemenkes.2023.Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Pangan Lokal untuk Balita dan Ibu Hamil

Kemenkes. Tumpeng Gizi Seimbang..

 

Sumber Foto: Image by <a href="https://www.freepik.com/free-photo/view-baby-food-bowls_8805340.htm#query=baby%20food&position=0&from_view=keyword&track=ais">Freepik</a>

Posted by Humas BBKPM Bandung Posted on September 13, 2023